Selasa, 10 Mei 2016

Tugas 3.3 Pengantar Web Science

Pembelajaran Berbasis Web pada v-class

Tampilan V-Class Gunadarma

Virtual Class merupakan fasilitas pembelajaran online yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar secara online oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan Universitas Gunadarma. Maksud dari proses belajar mengajar ini adalah, dosen memberikan materi, soal dan diskusi untuk dikerjakan oleh mahasiswa sebagai pengganti pertemuan di kelas tersebut. Melalui hal-hal tersebut terjadi interaksi antara dosen dengan mahasiswa melalui sebuah website.

Kelebihan :
1. Efisiensi waktu
2. Mahasiswa tidak tertinggal materi
3. Diskusi dengan dosen tetap berjalan, melalui forum diskusi yang berupa tanya jawab

Kekurangan :
1. Mahasiswa cenderung pasif
2. Akses v-class sering mengalami hambatan, sehingga pengerjaan untuk v-class ikut terhambat
3. Tidak ada interaksi tatap muka dengan dosen yang bersangkutan, apabila v-class dilaksanakan terlau sering

Forum diskusi
Forum diskusi pada v-class adalah sebuah forum dimana dosen memberikan beberapa pertanyaan mengenai sebuah materi dan mahasiswa dianjurkan unuk menjawabnya di dalam forum tersebut. Selain itu, forum ini juga dapat dijadika sebagai tempat diskusi antara mahasiswa dan dosen. 

Menurut saya forum ini berjalan cukup baik, dimana mahasiswa dapat lebih berekspresi untuk menjawab sebuah pertanyaan dari dosen yang berangkutan sehingga wawasan mahasiswa tersebut lebih luas dikarenakan mahasiswa dapat mencari jawaban dari beragam sumber, contohnya dari internet. Tetapi, menurut saya forum dalam v-class ini masih memiliki kekurangan dimana untuk nilai khusus forum, tidak diperlihatkan. Sehingga kami sebagai mahasiswa tidak pernah tahu apakah jawaban yang telah kami kerjakan itu benar sesuai dengan pertanyaan yang diajukan atau tidak. Selain itu, tidak adanya masukan dan saran dari dosen kepada mahasiswa setelah mengisi jawaban.  

Tugas 3.2 Pengantar Web Science

Komunikasi pembelajaran adalah proses penyampaian gagasan dari seseorang kepada orang lain supaya mencapai keberhasilan dalam mengirim pesan kepada yang dituju secara efektif dan efisien.

Macam-macam Komunikasi dalam Pembelajaran

1. Secara Langsung

Seorang guru/dosen memberikan pelajaran secara langsung dengan bertatap muka dengan para siswa dalam suatu ruangan ataupun di luar ruangan dalam konteks pembelajaran. Seperti yang terjadi di sekitar kita mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.



2. Secara Tidak Langsung

Guru/dosen dapat memberikan suatu pembelajaran melalui suatu media tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan siswa. Dan siswapun dapat memperoleh informasi secara luas melalui media tersebut. Seperti model sekolah jarak jauh yaitu memanfaatkan media internet sebagai alat untuk pembelajaran.

Contoh Komunitas berbasis Website

www.exploreyourbrain.com

Sumber:
http://kurniawaalex.blogspot.co.id/2015/05/resume-komunikasi-pembelajaran.html

Tugas 3.1 Pengantar Web Science

A. Sistem Aplikasi Berbasis Web dan Mobile
Untuk membangun aplikasi mobile secara native diperlukan tool/software khusus yang telah disediakan oleh perusahaan pembuat sistem operasi. Misal android telah menyediakan tool/software Android SDK yang telah dipaketkan dengan Eclipse sebagai IDE (Integrated Development Environemnet) nya dalam Android Developer Tool atau yang lebih dikenal dengan singkatan ADT. Demikian juga untuk pembuat perangkat mobile dan/atau sistem operasi mobile lain yang menyediakan tool khusus bagi pengembang aplikasi.
Tool untuk membangun aplikasi mobile

Meskipun berbeda-beda tool, untuk membangun aplikasi mobile secara native memiliki tahap yang sama yaitu: menuliskan kode sumber (source code), kompilasi, pemaketan file instalasi, kemudian memasarkan di aplication market.
Proses pembuatan Aplikasi Mobile


Tahap-tahap pembuatan aplikasi tersebut sangat dimudahkan dengan adanya tool yang telah disediakan oleh masing-masing perusahaan pengembang sistem operasi dan perangkat mobile. Dengan adanya tool tersebut proses penulisan kode sumber, kompilasi, dan pemaketan aplikasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Jika dilihat dari bagaimana aplikasi tersebut berjalan, aplikasi yang dibangun secara native dijalankan di atas sistem operasi. Contoh untuk sistem operasi Android, di dalam sistem operasi android terdapat Dalvik Virtual Machine atau Android Runtime (ART) yang menjalankann aplikasi di atas sistem operasi.
Aplikasi mobile berbasis web tidak memerlukan proses kompilasi. Pengepakan bertujuan untuk menggabungkan file web (html, css, javascript), framework, dan file lainnya (multimedia) kedalam satu file instalasi. Tool untuk membangun aplikasi mobile ini juga telah tersedia, misal Intel XDK yang dapat diunduh di web resminya. Intel XDK telah tersedia untuk sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. 
Untuk menjalankan aplikasi mobile berbasis web, sistem operasi tidak memerlukan virtual machine tertentu. Aplikasi langsung dijalankan dengan cara me-render seperti ketika halaman web ditampilkan dalam web browser.
Kelebihan aplikasi mobile yang dibangun berbasis web salah satunya kemungkinan aplikasi tersebut didistribusikan untuk lintas platform, misalnya android, iphone, dan blackberry sekaligus. Sedangkan untuk aplikasi yang dibangun secara native hanya bisa digunakan untuk platform tertentu.
Perbandingan aplikasi yang dibangun secara native dan berbasis web

B. Perbedaan aplikasi mobile dan aplikasi web desktop
1. Fitur Aplikasi Mobile dan Aplikasi Web Desktop
Perbedaannya adalah pada kedua sifat fitur dan jumlah fitur yang disediakan. Aplikasi mobile mempunyai beberapa fitur baru. Aplikasi mobile akan terlihat sangat berbeda dari aplikasi web. Pertama, dilihat dari ukuran layar pada smartphone pasti tidak sama dengan ukuran layar desktop. Pada aplikasi web di mana layar lebih besar, dan memiliki lebih banyak ruang untuk menu, toolbar, dan widget.
Pengguna smartphone ingin menggunakan aplikasi di mana saja, mendapatkan produktivitas maksimum dengan tenaga sedikit, sedangkan pengguna web mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan menggunakan aplikasi web.

2. Interaksi User
Cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi mobile dan aplikasi web tradisional sangatlah berbeda. Dengan kemampuan layar sentuh untuk berinteraksi bagi pengguna smartphone yang berbasis accelerometer maupun kompas, sebuah aplikasi mobile memang dibangun secara berbeda. Contohnya adalah aplikasi game mobil (car game), di mana mobil bermanuver dengan memiringkan ponsel ke kiri atau ke kanan(accelerometer). Contoh lainnya adalah aplikasi peta yang selalu menunjuk ke arah utara setiap kali pengguna merubah arah telepon genggamnya(kompas). 


3. Location Awareness
Pemetaan lokasi adalah sesuatu yang baru untuk smartphone. Google MapsLocal SearchFoursquare, dan banyak aplikasi mobile lainnya memanfaatkan GPS yang telah disematkan ke dalam smartphone. Aplikasi web yang menggunakan pemetaan lokasi juga, namun hanya dibatasi dari pengkodean negara dan tidak secara detail.

4. Push Notification
Smartphone adalah platform terbaik untuk pemberitahuan, karena smartphone dekat dengan pengguna hampir sepanjang waktu. Selain pemberitahuan seperti e-mail atau pesan masuk, layanan apa pun juga dapat dikirimkan sebagai pemberitahuan kepada pengguna smartphone. 
Lain halnya bagi pengguna aplikasi web, pengguna harus selalu login ke sebuah aplikasi web untuk menyelesaikan alur kerja yang melibatkan dia, akan jauh lebih produktif untuk aplikasi untuk memberitahu pengguna bahwa ia harus melakukan tindakan untuk menyelesaikan alur kerja. Dengan cara ini, pengguna selalu produktif, terlepas dari apakah dia dekat dengan laptop-nya atau desktop.

Contoh Aplikasi berbasis Web dan Mobile
TWITTER
Tampilan Twitter via Desktop


Tampilan Twitter via Mobile

Twitter adalah layanan jejaring sosial dan mikroblog daring yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter, yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet). Twitter didirikan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey, dan situs jejaring sosialnya diluncurkan pada bulan Juli. Sejak diluncurkan, Twitter telah menjadi salah satu dari sepuluh situs yang paling sering dikunjungi di Internet, dan dijuluki dengan "pesan singkat dari Internet." Di Twitter, pengguna tak terdaftar hanya bisa membaca kicauan, sedangkan pengguna terdaftar bisa menulis kicauan melalui antarmuka situs web, pesan singkat (SMS), atau melalui berbagai aplikasi untuk perangkat seluler.
Sumber-sumber:
http://syauqi.lecturer.uin-malang.ac.id/2014/10/30/mmembangun-aplikasi-mobile-berbasis-web/
http://mkhuda.com/teknologi/4-perbedaan-aplikasi-mobile-dengan-aplikasi-web-desktop/
https://id.wikipedia.org/wiki/Twitter#Aplikasi_dan_seluler

Senin, 25 April 2016

Tugas 2.2 Etika, Konten, dan Metadata dalam Web Science

Etika dalam membuat web science
  1. Jangan menyindir, menghina, melecehkan, atau menyerang pribadi seseorang/pihak lain.
  2. Jangan sombong, angkuh, sok tahu, sok hebat, merasa paling benar, egois, berkata kasar, kotor, dan hal-hal buruk lainnya yang tidak bisa diterima orang.
  3. Menulis sesuai dengan aturan penulisan baku. Artinya jangan menulis dengan huruf kapital semua (karena akan dianggap sebagai ekspresi marah), atau penuh dengan singkatan-singkatan tidak biasa dimana orang lain mungkin tidak mengerti maksudnya (bisa menimbulkan salah pengertian).
  4. Jangan mengekspose hal-hal yang bersifat pribadi, keluarga, dan sejenisnya yang bisa membuka peluang orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan hal itu.
  5. Perlakukan pesan pribadi yang diterima dengan tanggapan yang bersifat pribadi juga, jangan ekspose di forum.
  6. Jangan turut menyebarkan suatu berita/informasi yang sekiranya tidak logis dan belum pasti kebenarannya, karena bisa jadi berita/informasi itu adalah berita bohong (hoax). Selain akan mempermalukan diri sendiri orang lainpun bisa tertipu dengan berita/info itu bila ternyata hanya sebuah hoax.
  7. Andai mau menyampaikan saran/kritik, lakukan dengan personal message, jangan lakukan di depan forum karena hal tersebut bisa membuat tersinggung atau rendah diri orang yang dikritik.
  8. Selalu memperhatikan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Artinya jangan terlibat dalam aktivitas pencurian/penyebaran data dan informasi yang memiliki hak cipta.
  9. Jika mengutip suatu tulisan, gambar, atau apapun yang bisa/diijinkan untuk dipublikasikan ulang, selalu tuliskan sumber aslinya.
  10. Jangan pernah memberikan nomor telepon, alamat email, atau informasi yang bersifat pribadi lainnya milik teman kepada pihak lain tanpa persetujuan teman itu sendiri.
Konten yang harus diutamakan dalam membuat web science:
  1. Membuat sebuah topik yang menarik para readers dan sesuai antara judul web site dengan isi dari website tersebut.
  2. Artikel atau jurnal yang berasa di website harus konsisten (bersifat fakta) dan sesuai dengan kehidupan sekitar.
  3. Topik yang dibahas dalam website, usahakan menggunakan gaya bahasa sendiri sehingga menarik para pembaca untuk terus membaca tulisan kita.
  4. Disediakan contact page atau halaman yang digunakan untuk sarana bertanya oleh pengguna ke pembuat atau admin dari web tersebut
  5. Membuat konten agar jurnal yang telah kita buat, dapat dikonversikan kedalam bentuk pdf atau word, sehingga para pembaca dapat menyimpan dan membaca jurnal kita berulang-ulang tanpa harus mengunjungi website.
  6. Membuat sebuah konten dimana jurnal yang telah kita buat, dapat di share ke media sosial manapun. 
  7. Membuat tampilan web site semenarik mungkin dan mudah dibaca.
Metadata pada Web Science
Metadata merupakan informasi yang mendeskripsikan tentang suatu himpunan data. Metadata yang dberikan pada suatu himpunan data sifatnya tidak akan mengubah isi atau inti dari data tersebut. Metadata akan memberikan suatu informasi “tambahan” yang dapat memberikan peran lebih terhadap himpunan data. 

Dengan adanya metadata dapat memberikan beberapa kesempatan keuntungan yang akan diperoleh secara langsung maupun tidak,antara lain: meningkatkan aksesibilitas, memelihara konteks  informasi, memperluas pemakaian sesumber informasi, dapat membantu siapapun untuk belajar berdasar metadata, dapat membantu dokumentasi pengembangan sistem, memfasilitasi pencarian, mendukung multi versi objek informasi, mendukung masalah legalitas, serta untuk bertahan dari perubahan lingkungan sistem.

Melihat manfaat dari metadata tersebut, penerapannya dalam memperlengkapi sumber informasi yang tersebar di Internet, seperti halaman web, tentunya akan memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk dapat mengelola dan mengakses metada-metadata yang “menempel” pada halaman web dengan mudah. Sebenarnya metadata yang melekat pada sumber Informasi di web bagaikan sebuah record data yang menyusun suatu database terdistribusi.

Sekarang bagaimana dengan metadata yang dapat digunakan pada Web? Oleh karena sebagian besar sesumber informasi di Web menggunakan format HTML, maka sebagian besar metadata untuk sebuah halaman Web akan tersimpan pada bagian <header></header>. Pada bagian <header> tersebut, HTML sudah menyediakan sebuah elemen yang bernama <meta> dengan pilihan meta default, antara lain: charset, content, http-equiv, name, atau scheme. Nilai yang dapat secara bebas diberikan, tanpa constraint nilai tertentu, adalah name. Dengan namekita dapat memasukkan “keywords”, “description”, “author”.  Namun ketersediaan meta tersebut sangatlah tidak mencukupi untuk memberikan sesuatu informasi lain yang memperkaya content. Pada HTML5, kita juga dapat mendefinisikan elemen-elemen baru sesuai dengan kebutuhan. Dan fasilitas ini tentunya dapat digunakan untuk mendefinisikan metadata. Namun agar dapat dikenal oleh banyak orang atau mesin, maka metadata harusnya bersifat terbuka dan diakui oleh banyak komunitas. Ini adalah salah satu prinsip dalam Semantic Web.
Untuk itulah kemudian muncul format metadata lain yang dapat ditempelkan pada dokumen Web. Salah satunya yang termasuk format metadata untuk web pertama adalah Dublin Core Metadata Standard [9]. Terkait dengan pengembangan dan pemeliharaan DC Metadata ini, terbentuklah sebuah organisasi yang bernama Dublic Core Metadata Innitiative – DCMI [10]. Organisasi ini juga mengumpulkan beberapa tool yang dapat digunakan oleh siapa saja untuk mendapatkan format Dublin Core [11]. Ada juga yang tidak tersebutkan pada daftar, namun menyediakan tool yang serupa, salah satunya adalah Dublin Core Generator. Metadata DC ini tidak hanya dapat dipasangkan ke dokumen HTML, namun juga format dokumen lain yang menerima suatu variabel string. Contoh Dublin Core Metadata dalam format XHTML:
<meta name="DC.Title" content="Perihal" />
<meta name="DC.Creator" content="Budi Susanto" />
<meta name="DC.Publisher" content="Wordpress" />
<meta name="DC.Type" content="Blog" />
<meta name="DC.Format" content="HTML" />
<meta name="DC.Language" content="Indonesia" />
<meta name="DC.Rights" content="Common Creative" />

Sumber-sumber :
http://heikia.blogspot.co.id/2013/04/mengenal-web-science-dan-etika-dalam.html
https://bukainfo.com/cara-membuat-konten-berkualitas-untuk-membangun-seo/
https://budsus.wordpress.com/2013/04/05/metadata-pada-situs-web/

Tugas 2.1 Analisis Website dengan Latar Belakang Web Science (Pengantar Web Science)

Pada minggu ke2 ini, saya ditugaskan untuk mencari serta menganalisis salah satu website dengan latar belakang web science termasuk kelebihan dan kekurangan dari website itu sendiri. Salah satu website yang akan saya analisis adalah website "PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA" 

e-resources.perpusnas.go.id







Sesuai dengan judul dari websitenya, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Indonesia. Maksud dari terbesar ini, dikarenakan perpustakaan ini dapat diakses dimanapun dan kapanpun secara online. Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, perpustakaan ini menyediakan berbagai bahan perpustakaan digital online (e-Resources) seperti jurnal , ebook, dan karya-karya referensi online lainnya.

Kelebihan dari website ini adalah :
  • Dapat diakses dimana saja dan kapan saja.
  • Tersedia berbagai bahan perpustakaan seperti jurnal, e-book, dan karya-karya referensi online lainnya.
  • Terdapat sumber-sumber bahan perpustakaan yang terpecaya. 
Kekurangan dari website ini adalah :
  • Harus daftar sebagai anggota dahulu untuk mengakses isi dari website. Sehingga tidak sembarang pengguna yang dapat menggunakan bahan perpustakaan dari website ini.

Minggu, 20 Maret 2016

Arsitektur dan Security pada Web Science (Tugas 1 Pengantar Web Science)

Arsitektur Web Khususnya Web Science 

Arsitektur Website adalah suatu metode pendekatan perencanaan dan dalam merancang situs web yang melibatkan teknis, estetika, dan fungsionalitas. Misalnya dalam arsitektur, pengguna dan kebutuhannya serta persyaratan merupakan prioritas utama untuk menciptakan sebuah situs web. Web Arsitektur mempunyai criteria yang kompleks oleh karena itu memerlukan pertimbangan khusus dalam content web, koordinasi, dan rencana bisnis, web desain, kegunaan fungsionalitas, struktur informasi serta interaktivitas estetika. Selain itu, web arsitektur mempunyai potensi yag digunakan sebagai disiplin intelektual untuk mengatur konten web.

Sedangkan untuk pengembangan tahap perencanaan, manajemen, konten web, dan desain datang dalam berbagai metode desain web seperti desain tradisional, aspek konsistensi, keteguhan dan kesenangan. Oleh karena itu, dalam setiap konten yang akan dipublikasikan tersebut dapat memandu arsitektur situs web, seperti yang diterapkan secara fisik dalam web arsitektur dan prinsip – prinsip desain lainnya. Dalam menyelidiki estetika dan teori kritis serta kecenderungan ini, web arsitektur dapat mempercepat dengan cara pengenalan web semantic dan web 2.0. Kedua ide ini menekankan aspek visual dan struktural dari konten dalam suatu situs web.

“Website arsitektur” memiliki potensi untuk menjadi istilah yang digunakan untuk disiplin intelektual mengatur konten website. ”Web desain”, dengan cara kontras, menggambarkan tugas-tugas praktis, bagian-bagian-grafis dan teknis, dari merancang dan menerbitkan sebuah situs web. Perbedaan tersebut dibandingkan dengan yang antara tugas mengedit sebuah koran atau majalah dan desain grafis dan pencetakan. Tetapi hubungan antara editorial dan kegiatan produksi adalah lebih dekat untuk publikasi web daripada untuk penerbitan cetak. Tiga standar utama untuk penerapan web services. Standar-standar ini mendukung pertukaran data berbasis XML. Tiga standar tersebut meliputi SOAP, WSDL, dan UDDI. Berikut bakal tak jelaskan secara singkat mengenai standar tersebut. 

SOAP ( Simple Object Access Protocol ) mendukung proses pengkodean data (biasanya XML) dan transfernya melalui HTTP (Hyper Text Transfer Language). Dalam konteks web services, SOAP adalah suatu bahasa versi bebas dari protokol RPC (Remote Procedure Caoll) yang berguna untuk proses transaksi melalui HTTP standar. SOAP membuat klien web service dapat memilih beberapa parameter mengenai permintaannya dan memberikannya kpd si penyedia. Ketika penyedia menganggapi permintaan tersebut, maka terjadilah web services.WSDL ( Web Services Description Language ) Merupakan bahasa berbasis XML yang menjelaskan fungsi-fungsi dalam web services. WSDL menyediakan cara untuk memanfaatkan kapabilitas web services. WSDL memberi tahu mesin lain bagaimana memformat/ menterjemahkan permintaan yang diterima berikut respon mereka agar proses web service bisa berjalan. Singkatnya, WSDL adalah bahasa yang memungkinkan berbagai dokumen yang dibuat dalam aplikasi yang berbeda dapat berkomunikasi.

UDDI (Universal Description Discovery and Integration ) adalah semacam direktori global untuk mengelola web services. Fungsinya mirip dengan Yellow Pages untuk versi web services. UDDI berisi informasi tentang penawaran atau layanan apa yang ditawarkan perusahaan berikut dengan detil teknis bagaimana cara mengaksesnya. Inforamsi tersebut ditulis dalam bentuk file-file WSDL.

Hal lain yang harus Anda ingat adalah setiap halaman website hendaknya tidak lebih dari 2 (dua) level kedalaman atau 2 (dua) kali klik dari halaman depan (home). Bila tidak, spider tidak akan membuat indeks semua halaman website. Halaman depan (home page) website harus memiliki tautan ke halaman-halaman utama, baik melalui isi halaman depan maupun melalui menu website. Masing-masing halaman utama juga harus memiliki tautan ke subhalaman. Satu halaman utama bisa terhubung ke lebih dari satu subhalaman. Sebaliknya setiap subhalaman juga harus memiliki tautan untuk kembali ke halaman utama dan setiap halaman utama harus memiliki tautan untuk kembali ke halaman depan. Spider atau web crawler hanya bisa mengikuti tautan dari satu halaman ke halaman yang lain dan dari satu website ke website yang lain. Oleh karena itu semakin banyak tautan dari website lain yang mengarah ke website Anda maka website Anda akan semakin dikenal oleh mesin pencari.

Selanjutnya, setiap halaman baik itu halaman depan, halaman utama dan subhalaman harus menggunakan kata kunci yang telah Anda pilih. Halaman depan dan halaman-halaman utama harus menggunakan kata-kata kunci yang paling banyak dicari.

Struktur 3 (tiga) lapisan ini menghasilkan sebuah website yang mudah ditelusuri bagi pengunjung dan spider. Selain mengikuti tautan-tautan untuk menemukan website, Anda juga bisa memberikan alamat website Anda kepada spider. Misalnya melalui Googlebot, spidernya Google. Cukup ketikkan alamat website Anda, kemudian spider atau web crawler akan menelusuri semua halaman website dan membuat indeksnya. Sekarang, mari kita bahas halaman-halaman yang ada pada sebuah website.

1. Halaman Depan (Home Page)
Pada umumnya, halaman depan merupakan halaman pertama yang dilihat oleh pengunjung dan juga merupakan halaman yang paling penting dalam mendapatkan urutan pencarian yang tinggi dari mesin pencari, karena mesin pencari memberikan lebih banyak bobot kepada halaman depan darimana halaman lainnya. Halaman depan harus memberikan informasi yang jelas dan singkat kepada pengunjung mengenai apa website Anda, produk dan/atau jasa apa yang tersedia.

2. Halaman Produk/Jasa
Bagian utama dari website berisi penawaran produk dan/atau jasa. Apapun kategori website Anda, yang penting Anda harus menggambarkan secara singkat dan tepat apa yang Anda tawarkan, bantu pengunjung untuk menentukan pilihan dan melakukan transaksi dengan cara yang semudah mungkin. Apabila jumlah produk/jasa yang ditawarkan banyak, maka halaman utama produk/jasa bisa berisi ringkasan dari keseluruhan produk/jasa kemudian Anda buat lagi beberapa subhalaman yang berisi detil dari masing-masing produk/jasa.

3. Halaman Informasi
o Profil: berisi sejarah mengenai bisnis atau perusahaan, visi dan misi, siapa saja pengurus inti website atau perusahaan, dan hal-hal penting lainnya mengenai bisnis atau perusahaan.
o FAQ (Frequently Asked Question): berisi pertanyaan-pertayaan umum mengenai produk, jasa, maupun perusahaan.
o Testimoni: berisi kesaksian pelanggan mengenai penggunaan produk dan/atau jasa yang ditawarkan. Halaman ini digunakan untuk membangun reputasi.
o Surat kabar elektronik: berisi berita-berita mengenai produk dan/atau jasa baru, tips-tips, promo-promo yang diadakan, serta pengumuman-pengumuman lain yang mau disampaikan kepada pelanggan.

4. Halaman Keanggotaan
Halaman keanggotaan merupakan bagian yang penting sekali untuk pengembangan website di masa mendatang. Dengan mengetahui siapa saja pengunjung dan perkembangan jumlah pengunjung aktif Anda bisa menganalisa hal-hal yang perlu diperbaiki, memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengunjung dengan lebih tepat, sehingga pada akhirnya website Anda bisa terus berkembang. Ada beberapa hal yang sangat penting apabila Anda hendak meminta data pribadi pengunjung website yaitu Anda harus bisa menjaga kerahasiaan data tersebut dan privasi pengunjung, mereka juga harus bisa menghentikan keanggotaannya kapan saja.

5. Halaman Kontak
Halaman kontak berisi cara-cara untuk menghubungi pengurus website, bisa melalui email, telepon, fax, chatting, surat, ataupun dengan cara mengisi formulir pertanyaan atau komentar secara online. Hal ini akan memberikan rasa nyaman kepada pengunjung karena mereka bisa berhubungan dengan pemilik website, mengetahui alamat kantornya, berbicara dengan pengurus website baik untuk bertanya atau untuk menyampaikan keluhan.  

Bagian dari Arsitektur Website :

Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
HTTP adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak usah membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang. Pengembangan standar HTTP telah dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force (IETF), yang berujung pada publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), dan yang paling banyak dirujuk adalah RFC 2616 (yang dipublikasikan pada bulan Juni 1999), yang mendefinisikan HTTP/1.1.

WWW (World Wide Web)
WWW merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Melalui web, dapat mengakses informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa gambar, suara, video dan animasi. WWW merupakan kumpulan dokumen-dokumen yang sangat banyak yang berada pada komputer server (web server), di mana server-server ini tersebar di lima benua termasuk Indonesia, dan terhubung menjadi satu melalui jaringan Internet. Dokumen-dokumen informasi ini disimpan atau dibuat dengan format HTML (Hypertext Markup Language). Suatu halaman dokumen informasi dapat terdiri atas teks yang saling terkait dengan teks lainnya atau bahkan dengan dokumen lain. Keterkaitan halaman lewat teks ini disebut hypertext. Dokumen infomasi ini tidak hanya terdiri dari teks tetapi dapat juga berupa gambar, mengandung suara bahkan klip video. Kaitan antar-dokumen yang seperti itu biasa disebut hypermedia. Jadi dapat disimpulkan bahwa WWW adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling terkoneksi menggunakan hyperteks link. Dengan mengklik hyperlink, maka bisa berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya.

URL( Universal Resource Locator ) 
URL merupakan suatu konsep penamaan lokasi standar dari suatu file, direktori, computer, dan lokasi komputernya sesuai dengan metode yang digunakan. URL tidak hanya dapat menunjuk ke suatu file tapi dapat juga menunjuk suatu query, dokumen dalam suatu database atau hasil dari perintah finger atau perintah archie . secara umum dapat digambarkan penulisan url : metode://nama_file[:nomor_port]. Jenis metode yang digunakan pada url adalah file,http,news,gopher,telnet.

XML (Extensible Markup Language) 
XML merupakan bahasa web turunan dari SGML (Standart Generalized Markup Language) yang ada sebelumnya. XML hampir sama dengan HTML, dimana keduanya sama-sama turunan dari SGML. Teknologi XML dikembangkan mulai tahun 1966 dan mendapatkan pengakuan dari Worl Wide Web Consortium (W3C) pada bulan Februari 1998. Sedangkan SGML sendiri telah dikembangkan pada awal tahun 1980-an. Pada saat HTML dikembangkan pada tahun 1990, para penggagas XML mengadopsi bagian paling penting SGML dan dengan berpedoman pada pengembangan HTML menghasilkan bahasa markup yang tidak kalah hebatnya dengan SGML. XML merupakan sintaks yang digunakan untuk menjelaskan bahasa markup lain (Dournaee,2002), sehingga dinamakan meta-language. Meskipun demikian pendapat yang XML bukan merupakan bahasa markup, didasarkan bahwa XML merupakan bahasa markup terpisah untuk tujuan terpisah. Selain itu XML bukanlah solusi semua hal untuk tujuan semua user.

JavaScript
JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis prototipe yang berjalan disisi klien. Javascript dipanggil untuk memberikan fungsi pada halaman web dengan meletakannya secara internal pada halaman HTML diantara tag atau dibuat pada file terpisah ( eksternal ) dan lalu di link menggunakan pada bagian, seperti CSS. Javascript digunakan untuk menyediakan akses script pada objek yang dibenamkan ( embedded ). 

AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) 
Pada intinya AJAX itu merupakan gabungan beberapa teknologi yang bertujuan untuk menghindari page reload. Dengan menghindari page reload, kita dapat menghindari paradigma click-and-wait serta memberikan sebuah fitur yang cukup kompleks pada website seperti validasi data secara realtime, drag ‘n drop dan fitur-fitur lain yang belum dimiliki web biasa. Dengan AJAX, suatu aplikasi web dapat mengambil data kemudian diolah di client melalui request asynchronous HTTP yang diinisiasi oleh Javascript, sehingga dapat mengupdate bagian-bagian tertentu dari web tanpa harus memanggil keseluruhan halaman web. 

Security pada Web Science 

WS-Security atau juga dikenal sebagai Web Service Security Core Language (WSS-Core) merupakan spesifikasi keamanan Web Service yang mendefinisikan mekanisme pengamanan pada level pesan SOAP untuk menjamin message integrity & confidentiality.
Secara umum standard WS-Security (versi orisinal) mendefinisikan suatu spesifikasi mengenai bagaimana mengamankan pesan SOAP secara end-to-end, dengan cara menyertakan (attach) digital signature, enkripsi dan security token pada bagian Header dari pesan SOAP. Spesifikasi WSS-Core versi terbaru menyediakan 3 mekanisme untuk memproteksi pesan dari ancaman terhadap upaya gangguan keamanan pesan SOAP, yaitu 

  1. Kemampuan untuk mengirim security token sebagai bagian dari pesan SOAP
  2. Message integrity 
  3. Message confidentiality. 

Namun demikian, mekanisme tersebut tidak memberikan solusi keamanan yang lengkap untuk Web Service. Spesifikasi ini merupakan building block yang digunakan untuk mengakomoda- sikan berbagai variasi model keamanan dan teknologi kemanan.

Dengan kata lain, WS-Security tidak menspesifikasikan suatu mekanisme keamanan baru, tetapi menyediakan fleksibilitas untuk menggunaan teknologi keamanan yang sudah ada (X.509, Karberos, XML Encryption), sehingga dapat mengakomodasi berbagai pendekatan keamanan secara umum. Hal baru yang ditambahkan oleh WS-Security adalah suatu spesifikasi untuk menerapkan mekanisme keamanan yang sudah ada (existing) tersebut kedalam pesan SOAP.

Sumber-sumber :

Web Science (Tugas 1 Pengantar Web Science)

Sejarah Web Science :

Web Science didirikan pada tahun 2006 dengan nama Web Science Research Initiative (WSRI). Web Sicence ini awalnya adalah hasil dari Memorandum of Understanding antara MIT CSAIL dan University of Southampton, ECS. Tujuan utamanya adalah mengkoordinasi dan mendukung sentralisasi pembelajaran World Wide Web. Sejak pertama kali dirilis, konsep Web Science sudah menyebar secara meluas dan mengukuhkan diri sebagai area aktifitas yang penting.

Aktifitas WSRI fokus pada hal-hal dibawah ini:
  1. Artikulasi agenda penelitian untuk komunitas scientific, 
  2. Mengkoordinasi pengembangan materi pembelajaran Web Science 
  3. Mengikat pemikiran tentang kepeminpinan pada sektor yang berkembang ini.
Untuk melanjutkan aktifitasnya dan mendukung pengembangan Web Science secara global, para direktur WSRI membuat badan amal-the Web Science Trust (WST). WST berkerja sama dengan World Wide Web. Targetnya adalah untuk mendorong partisipan luas dalam pengembangan Web Science. Untuk meningkatkan pengembangan web, The Trust dan The Foundation mempunyai kesamaan komitmen untuk melanjutkan disiplin dari Web Science dan akan bekerja bersama pada beberapa proyek yang memperbaiki pengertian tentang Web Science dan mempromosikan dampak positif Web Science pada masyarakat luas.

Definisi Web Science

Web Science terdiri atas kata “Web” dan kata “Science”, Web atau Website merupakan suatu halaman informasi (berupa data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya) yang dapat diakses di mana saja selama web tersebut terhubung atau terkoneksi dengan jaringan internet (hyperlink). Web merupakan alat komunikasi online yang menggunakan media internet dalam pendistribusian atau penyebarannya.

Science atau sains adalah aktivitas pemecahan masalah yang dilakukan oleh manusia yang dimotivasi oleh rasa ingin tahu tentang dunia sekitar mereka dan keinginan untuk memahami suatu hal atau kejadian tersebut.

Sedangkan yang dimaksud dengan Web Science adalah ilmu yang mempelajari tentang efisiensi atau pemanfaatan dari sebuah web, agar dapat dirasakan manfaat dan kegunaannya pada banyak bidang di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam web science kita belajar bagaimana memberdayakan suatu sumber daya virtual sebagai media komunikasi praktis. Dengan tampilan web yang menarik dan abtraktik agar memunculkan minat orang banyak untuk membaca web tersebut.

Metodologi Web Science tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Web Science 

Web Science merupakan kajian sains dari Web. Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar adalah bagaimana keilmuan ini melakukan metodologi. Bagaimana peneliti atau engineer melakukan pendekatan terhadap Web untuk pemahaman dan relasinya dengan domain sosial secara luas dan inovasi apa yang dapat dilakukan.

Berbagai penelitian yang berlangsung saat ini melakukan pengembangan pada metodologi pemetaan (mapping) dan graph pada struktur Web dengan sampling sebagai kunci utamanya [Leung, 2001]. Sebagai contoh laporan riset [Fetterly, 2004] menyatakan bahwa 27% dari web di Jerman (.de) melakukan perubahan setiap minggu. Model lain adalah metodologi model analisis yang mengkombinasikan data empiris yang digunakan untuk melakukan determinasi probabilitas. Metodologi pada Web Science akan dipengaruhi oleh perekayasaan yang berlatar belakang industri maupun peneliti akademisi.

Seiring dengan kemajuan zaman, perkembangan teknologi informasi sudah sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat diberbagai bidang di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan dengan adanya perkembangan teknologi, manusia semakin haus akan informasi sehingga akan selalu berusaha mengakses informasi sebnyak-banyaknya agar tidak tertinggal oleh arus perkembangan zaman. Pemanfaatan web science pada bidang pendidikan khususnya di Indonesia kini telah ditumbuh kembangkan. 

Berbagai macam manfaat banyak didapatkan oleh perkembangan web science di Indonesia terutama di dunia pendidikan. Adapun manfaat tersebut ialah sebagai berikut :
  • Akses ke sumber informasi.
  • Library
  • Online Journal
  • Online Course
  • Website
  • Akses ke para ahli (pakar)
  • Media kerjasama
  • Artikel Semantik Web



Sumber-sumber :

Pengantar Komputasi Modern Tugas 2

I. PENGERTIAN DAN PENDAHULUAN CLOUD COMPUTING Cloud computing  (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer ...