Sabtu, 27 September 2014

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang saling berkaitan satu sama lain. Penduduk yang menempati di suatu wilayah dan waktu tertentu, memungkinkan terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Antara masyarakat dan kebudayaan juga memiliki hubungan yang cukup erat.  Kebudayaan akan lahir apabila masyarakat itu sendiri yang menciptakan dan mengembangkannya. 

Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi dari waktu ke waktu yang mengarah pada manusia, dan dapat dihitung sebagai jumlah individu di dalam populasi menggunakan "per waktu unit". Pertumbuhan penduduk biasanya digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Model pertumbuhan penduduk Model Pertumbuhan Malthusian dan Model Logistik

Pertumbuhan penduduk disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: 

Kelahiran (fertilitas)faktor kelahiran ini dihitung dengan bertambahnya jumlah kelahiran bayi di suatu wilayah. Cara perhitungannya yaitu:
  • Tingkat Kelahiran Kasar, atau yang disebut crude birth rite (CBR) merupakan jumlah angka kelahiran setiap 1000 orang penduduk pada periode tertentu
  • Tingkat Kelahiran Menurut Umur, atau yang disebut age spesific birth rate (ASBR) merupakan jumlah kelahiran setiap 1000 penduduk wanita menurut umur setiap tahun.
Kematian (mortalitas), faktor ini dihitung dengan berkurangnya penduduk melalui kematian. Cara perhitungannya yaitu: 
  • Tingkat Kematian Kasar, atau disebut crude death rate (CDR) merupakan jumlah angka kematian setiap 1000 orang penduduk. Tinggi rendahnya tingkat kematian ini     ditentukan oleh: Tinggi, (angka kematian >20 setiap 1000 jiwa). Sedang, (angka kematian diantara 10-20 setiap 1000 jiwa). Rendah, (angka kematian <10 setiap 1000 jiwa) 
  • Tingkat Kematian Berdasarkan Umuratau disebut age specific death rate (ASDR) merupakan jumlah kematian setiap 1000 orang yang se-usia. 
  • Tingkat Kematian Berdasarkan Sebab, atau cause specific death rate (CSDR) merupakan jumlah kematian setiap 1000 orang penduduk karena sebab tertentu, seperti: kecelakaan, penyakit, dan sebagainya. 
  • Tingkat Kematian Bayiatau infant mortality rate (IMR) merupakan jumlah kematian bayi yang baru lahir setiap 1000 orang penduduk pada satu tahun.
Perpindahan penduduk (migrasi), merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa dipengaruhi wilayah. Perpindahan penduduk ini terbagi menjadi:
  • Migrasi Permanen, merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap ditempat yang baru selama lebih dari 3 bulan. Migrasi ini terbagi menjadi:
1. Migrasi  Nasional, perpindahan dari satu tempat ke tempat lain namun masih satu negara. Contohnya Transmigrasi (dari satu pulau ke pulau lain), Urbanisasi (dari desa ke kota), Ruralisasi (dari kota ke desa). Khusus Transmigrasi terbagi men jadi 3 yaitu:
     Transmigrasi Umum (pelaksanaannya dan biaya ditanggung pemerintah)
     Transmigrasi Swakarsa (atas keinginan sendiri dan biaya ditanggung sendiri)
     Transmigrasi Khusus (dengan tujuan tertentu, co: bedol desa)
2. Migrasi Internasional, perpindahan dari satu negara ke negara lain untuk menetap. Contohnya Imigrasi (masuk ke suatu negara untuk menetap), Emigrasi (keluar dari negara lain untuk menetap), Remigrasi (kembali ke negara asal). 
  • Migrasi Non-Permanen, merupakan perpindahan penduduk antar tempat tanpa tujuan untuk menetap. Migrasi ini memiliki dua mobilitas, yaitu: Mobilitas Komutasi dan Mobilitas Sirkulasi. 
Cara-cara untuk mengimbangi dan mengurangi ledakan jumlah penduduk, yaitu:
  1. Menggalakan program KB
  2. Menunda masa perkawinan
  3. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja, dengan cara ini dapat menghilangkan pola pikir manusia tentang banyak anak bnayak rejeki.
  4. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
  5. Mengurangi program transmigrasi
  6. Meningkatkan produksi dan pencairan sumber makanan, hal ini untuk mengimbangi antara jumlah produksi dengan laju pertumbuhan penduduk 
Kebudayaan dan Kepribadian
Berbagai penelitian antropologi menyatakan bahwa secara garis besar, terdapat korelasi antara corak-corak kebudayaan dengan kepribadian masyarakatnya. Berbagai opini juga menyatakan bahwa kebudayaan itu ada karena cermin dari kepribadian bangsa itu sendiri. Dari kedua pendapat tersebut disimpulkan bahwa kebudayaan itu sesungguhnya dilihat dari sikap si pemilik kebudayaan tersebut.  Si pemilik dapat menganggap bahwa kebudayaan itu terangkum dari segala hal yang berasal dari sesuatu yang normal dan logis yang sesuai dengan agama, kodrat alam serta adat istiadat pemilik itu sendiri. Setiap manusia memiliki nilai dan kaidah yang berbeda-beda. Setiap nilai dan kaidah itu berisi tentang harapan-harapan, dan perilaku dari masyarakat itu sendiri. Sebaliknya, apapun yang berbeda dari corak kebudayaan mereka, hal itu dianggap aneh, melanggar aturan, kurang asusila, dan sebagainya. 

Contohnya: di negara Indonesia mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Mereka akan melihat orang dengan aneh jika orang itu berpakaian yang melihat aurat mereka, kenapa begitu? karena di ajaran agama dan adat istiadat-nya kita mengajarkan masyarakat untuk menutup aurat mereka. Namun di negara asing, hal ini dilihat biasa saja karena memang budaya mereka yang bebas akan peraturan-peraturan, dan sama sekali tidak melanggar adat istiadat mereka.
Sifat-sifat kepribadian seseorang yang berakar dari adat istiadat sudah menjadi hukum adat di negara itu sendiri. Selain itu, ciri-ciri dari kepribadian masyarakat itu adalah cermin dari sikap-nya sehari-hari.

Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan lain yang memberikan corak warna baru pada kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan barat. Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang timbul akibat dari globalisasi. Kebudayaan ini dapat dikatakan kontradiktif, karena:

Adanya peperangan antara keyakinan dengan sains, keyakinan dengan filsafat, keyakinan dengan seni, keyakinan dengan ekonomi, politik dengan moralitas, moralitas dengan ekonomi, dan lain-lain. Hal ini membuat kebudayaan barat membuat sebuah mekanisme untuk melumpuhkan kebudayaan lain. Melalui pencitraan bahwa dibalik sesuatu ada kekuasaan, relativitas kebenaran, pluralisme agama, hak asasi manusia, dan sebagainya. Usaha ini telah berhasil menimbulkan pengaruhnya melalui globalisasi.

Kebudayaan barat dibangun dengan semangat Yunani dengan filsafat "Teologi", demokrasi sebagai sistem politik, protestan sebagai keyakinan tanpa ibadah (deisme), sekulerisme sebagai alat untuk melumpuhkan intervensi dari pihak manapun. Kebudayaan barat lahir dengan prinsip tidak utuh melainkan bersifat parsial dan selalu bertentangan. Maka dari itu, selalu timbul peperangan.

Meng-isolasi unsur kebudayaan satu dengan yang lain merupakan konsekuensi dari elektis-kontradiktifnya kebudayaan barat, karena unsur kebudayaannya yang tidak berhubungan dengan yang lain.

Selain itu, di kebudayaan barat terdapat ideologisasi dapat dilihat dari penggunaan akhiran "-isme". Dimana masing-masing dari ideologi sudah mengatur pandangan dari sisi ontologis hingga etis. Salah satu contohnya yaitu Liberalisme. Liberalisme merupakan sebuah ideologi yang liberal dari sisi ontologis hingga etis. 

Dapat kita simpulkan, bahwa kebudayaan barat adalah kebudayaan yang kini sedang populer melalui globalisasi. Dimana tanpa kita sadari, secara tidak langsung kita sudah mengikutinya bahkan sudah terpengaruh. Lebih baik, kita mencintai kebudayaan dari negara kita sendiri karena kebudayaan kita sudah pasti mengikuti ideologi yang baik dan tidak bertentangan dengan kepribadian kita. 

Sumber- sumber:


thomasyg.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21058/Materi+ISD.pdf


Soal:
1. Berikut adalah faktor-faktor dari pertumbuhan penduduk, kecuali....(D)
    a. Tidak menunda masa perkawinan    c. Kematian   
    b. Imigrasi                                        d. Ikut program KB

2. Dibawah ini adalah alasan mengapa kebudayaan barat dikatakan kontradiktif, kecuali...(A)
    a. Adanya keyakinan dengan moralitas
    b. Adanya keyakinan dengan sains
    c. Adanya keyakinan dengan filsafat
    d. Adanya keyakinan dengan seni

3. Cara-cara untuk mengurangi dan mengimbang pertumbuhan penduduk adalah...(C)
    a. Mempercepat masa kawin
    b. Meningkatkan program Imigrasi
    c. Ikut orogram KB
    d. Mengurangi produksi dan sumber makanan\

4. Dibawah ini adalah beberapa pencitraan dibalik sesuatu yang mempengaruhi kebudayaan lain melalui globalisasi, kecuali...(B)
    a. kekuasaan       c. hal asasi manusia          
    b. adat istiadat   d. ralativitas kebenaran

5. Dibawah ini yang tidak termasuk dengan Migrasi adalah...(C)
    a. Transmigrasi   c. Sirkulalisasi   
    b. Ruralisasi       d. Emigrasi




Kamis, 25 September 2014

ISD sebagai MKDU

Pada dasarnya, menghadapi masalah-masalah dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, dan untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan negara, peran pendidikan umum sangat penting sekali. Tujuan pendidikan umum adalah:
  1. Membantu mengembangkan kepribadian mahasiswa dalam berperan sebagai anggota masyarakat, bangsa, dan agama.
  2. Menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah sosial yang timbul di dalam masyarakat.
  3. Memudahkan mahasiswa dalam berkomunikasi, dengan memberikan pengetahuan dasar dalam berpikir kritis dan memahami pikiran para ahli beberapa ilmu pengetahuan.
Pendidikan umum yang mencakup ketiga tujuan diatas dikenal dengan MKDU atau mata kuliah dasar umum. Arti dari MKDU itu sendiri adalah kumpulan dari beberapa mata kuliah yang bergabung menjadi satu. Mata kuliah tersebut terdiri dari Agama, Kewarganegaraan, Pancasila, Kewiraan, Ilmu Budaya Dasar (IBD), Pendidikan Sejarah, Ilmu Alamiah Dasar (IAD) dan Ilmu Sosial Dasar (ISD).

Pengertian, Tujuan ISD dan IPS
ISD atau Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu yang membahas serta meneliti masalah-masalah sosial yang timbul bahkan berkembang khususnya oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai lapangan ilmu-ilmu sosial, seperti geografi sosial, sosiologi, ekonomi, sejarah, antropologi sosial, ilmu politik, dan psikologi sosial. 

Tujuan dari ISD sendiri adalah: 

  • Membantu mahasiswa untuk cepat tanggap, dan memiliki persepsi bahkan penalaran yang baik terhadap masalah-masalah sosial yang ada disekitar mereka, dengan memberikan konsep-konsep untuk mengkaji masalah-masalah sosial.
  • Mengembangkan wawasan penalaran serta kepribadian mahasiswa agar memiliki wawasan yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang lebih baik, khususnya dalam sikap menghadapi dan berinteraksi dengan masyarakat lain.
IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu yang mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan perspektif sosial yang berkembang di dalam masyarakat, dengan mempelajari aspek-aspek kehidupan dari berbagai gejala-gejala dan masalah-masalah sosial didalam masyarakat. Tujuan dari IPS adalah membantu seseorang untuk membentuk karakter kehidupan sosial didalam diri mereka, sehingga mereka mampu hidup serta bertanggung jawab dengan masyarakat yang lain dan menjadi warga negara yang baik.

Persamaan dan Perbedaan ISD dan IPS
Persamaan
Baik Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial mempunyai beberapa persamaan, yaitu:
  • Keduanya merupakan bahan studi yang diterapkan dalam program pendidikan/pengajaran
  • Keduanya tidak memiliki objek dan metode ilmiah
  • Keduanya memiliki materi yang berasal dari kenyataan dan masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat
Perbedaan
Namun, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu:
  • ISD merupakan bahan studi yang diterapkan di jenjang perguruan tinggi, sedangkan IPS diterapkan di jenjang pendidikan SD, SMP, SMA.
  • ISD merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS merupakan kumpulan dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
  • ISD diarahkan untuk membentuk sikap dan kepribadian seseorang, sedangkan IPS diarahkan untuk membentuk pengetahuan dan keterampilan intelektual
Ruang Lingkup ISD
ISD terdiri dari dua kelompok utama, yaitu studi manusia dan masyarakat (psikologi, sosiologi, antropologi), dan studi lembaga-lembaga sosial (ekonomi, politik). Sasaran utama ISD adalah aspek-aspek dasar yang terdapat di dalam kehidupan manusia serta masalah-masalah sosial. Ilmu ini memiliki pembelajaran tentang menelaah masalah-masalah sosial. Untuk itu, berikut adalah bahan pelajaran ISD yang terbagi menjadi 3, yaitu:
  1. Dalam ISD kita menggunakan pendidikan interdisiplin/multidisiplin. Karena, kenyataan-kenyataan sosial yang ditanggapi oleh para ahli ilmu-ilmu sosial sering berbeda akibat dari perbedaan latar belakang disiplin ilmu dan sudut pandangnya.
  2. Konsep-konsep sosial tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas pada ilmu pengetahuan sosial.
  3. Masalah-masalah sosial yang berada di lingkungan masyarakat biasanya terlibat dengan kenyataan-kenyataan sosial yang diantara keduanya saling berkaitan.
ISD memiliki 8 pokok bahasan yang berkaitan dengan ruang lingkupnya, yaitu:
  1. Masalah kependudukan termasuk dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan
  2. Masalah individu, keluarga, dan masyarakat
  3. Masalah pemuda-pemudi dan sosialisasi
  4. Masalah hubungan warga negara dengan negaranya
  5. Masalah kesamaan derajat
  6. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
  7. Masalah integrasi dan pertentangan-pertentangan sosial
  8. Pemanfaatan IPTEK bagi kesejahteraan masyarakat
Sumber-sumber:

thomasyg.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21058/Materi+ISD.pdf


Soal:
1. Dibawah ini adalah MKDU, kecuali... (C)
    a. Pancasila       c. Astrologi   
    b. Sosiologi       d. Biologi

2. Tujuan dari ISD adalah....(B)
    a. Membantu mahasiswa untuk bekerja keras dalam segala usaha
   b. Membantu mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap menelaah masalah-masalah sosial
    c. Membantu mahasiswa untuk berlapang dada terhadap masalah-masalah sosial 
    d. Membantu mahasiswa untuk tidak terlalu memikirkan masalah-masalah sosial

3. Perbedaan dari ISD dan IPS adalah...(B)
    a. Metode ilmiah hanya dimiliki ISD, sedangkan IPS tidak 
   b. ISD merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS kumpulan dari mata pelajaran
    c. IPS memiliki materi dari kenyataan sosial, sedangkan ISD dari masalah sosial
    d. IPS untuk membentuk kepribadian seseorang, sedang ISD untuk keterampilan 

4. Pada ruang lingkup ISD, kita dianjurkan untuk memahami bahan pelajaran berikut, kecuali...(D)
    a. Pendidikan interdisiplin
    b. Masalah-masalah sosial yang ada dilingkungan masyarakat
    c. Konsep-konsep sosial yang dibatasi pada elementer
    d. Masalah-masalah sosial yang tidak terlibat pada kenyataan-kenyataan sosial 
  
5. Berikut adalah 8 pokok bahasan yang berkaitan dengan ruang lingkup ISD, kecuali...(D)
    a. Masalah kesamaan derajat
    b. Masalah pertentangan-pertentangan sosial
    c. Masalah antara masyarakat kota dan desa
    d. Masalah kekeliruan terhadap menolong sesama 







Pengantar Komputasi Modern Tugas 2

I. PENGERTIAN DAN PENDAHULUAN CLOUD COMPUTING Cloud computing  (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer ...