Senin, 29 September 2014

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Sejak lahir manusia itu telah mengenal dan berhubungan dengan manusia lainnya. Naluri manusia untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain disebut “gregariousness” dan oleh karena itu manusia disebut mahluk sosial. Dengan naluri ini, manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi dan memberi makna pada kehidupannya. Sehingga timbul apa yang kita kenal sebagai kebudayaan yaitu sistem terintegrasi dari perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian manusia dikenal sebagai mahluk yang berbudaya karena berfungsi sebagai 20 pembentuk kebudayaan.

Pertumbuhan Individu
Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi. Kata Individu bukan berarti manusia tidak dapat terbagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu manusia perseorangan. Dalam perkembangannya, sering terdapat konflik dalam diri individu, karena tingkah lakunya yang bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun hal ini merupakan hal yang wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari perilaku sosial masyarakatnya. 

Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Karena setiap manusia memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi primer yaitu bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian, karena bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Menurut aliran psikologi gestalt, pertumbuhan adalah proses diferensiasi, dimana keseluruhan hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu secara keseluruhan terlebih dahulu baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada. Konsep aliran sosiologi berpendapat bahwa pertumbuhan adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
1.    Pendirian Nativistik. Para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan terbentuk oleh faktor faktor yang dibawa sejak lahir.
2.    Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu tergantung pada lingkungan sedangkan dasar tidak berperan sama sekali.
3.    Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
1.   Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.
    Pada masa vital ini individu menemukan berbagai hal dalam dunianya. Menurut Frued, bahwa pada masa ini mulut memainkan peranan penting dalam kehidupan individu. Dimana anak-anak menerima apa saja yang ia dengar tentang hal-hal disekitarnya, dan mereka mulai meniru pembicaraan tersebut. Pada tahun kedua anak belajar berjalan, dan dengan berjalan itu anak mulai pula belajar menguasai ruang. Di samping itu terjadi mereka juga tahu akan kebersihan. Melalui tahu akan kebersihan itu anak belajar mengontrol impuls-impuls yang datang dari dalam dirinya.

2.   Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan fungsi pancaindera. Sayangnya pada masa ini tampak muncul gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara 3 tahun sampai umur 5 tahun. Seperti membantah apa yang diperintahkan orang tuanya, dan melakukan apa yang dilarang. Kalau pada masa-masa sebelumnya anak belum mampu memisahkan secara sadar antara dirinya sendiri sebagai subyek dan yang lain sebagai obyek maka kemampuan ini kini dimilikinya. Maka dari itu, anak-anak mulai melakukan apapun dengan bebas.

3.   Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
    Pada masa ini timbul sifat-sifat khas didalam diri seseorang, yaitu:
a. adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
b. sikap tunduk kepada peraturan-peraturan
c.  kecenderungan memuji diri sendiri
d. kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting
e. senang membandingkan dirinya dengan anak lain
f.   rasa ingin tahu yang tinggi
g.  gemar membentuk suatu kelompok
4.   Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun.
    Pada masa ini seseorang mulai belajar tentang apa arti sebenarnya tentang hidup sosial di lingkungan sekitarnya. Mereka mulai hidup mandiri dan tak jarang diantara mereka mulai menemukan jati diri mereka yang sebenarnya. Pada masa ini, orang tua lebih memberikan kepercayaan penuh kepada anak-anaknya, namun masih berperan dalam memperhatikan perkembangan mereka dan memberi arahan-arahan mana yang baik dan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Karena mau gimanapun seorang anak tidak akan pernah bisa lepas dari orang tuanya. 

Dari ketiga faktor diatas, disimpulkan bahwa sebenarnya pengaruh lingkungan, masyarakat, dan keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan individu seseorang. Dengan seiring berjalannya waktu, seseorang dapat menemukan jati dirinya sendiri dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya.

Fungsi Keluarga
a. Fungsi Religius
Keluarga dianjurkan membimbing anggotanya untuk melaksanakan ibadah dan mengingat Tuhan YME dengan penuh keimanan dan ke-taqwaan.
b. Fungsi Sosial Budaya
Fungsi ini orang tua harus mendidik anak-anaknya untuk mengenal beragam budaya yang ada di Negara kita agar anak-anak mereka dapat meneruskan dan mengembangkan budaya tersebut.
c.  Fungsi Cinta dan Kasih Sayang
Fungsi ini harus diterapkan oleh semua anggota keluarga, baik orang tua ke anaknya maupun sebaliknya. Karena dengan cinta dan kasih sayang, satu keluarga dapat hidup bahagia dan harmonis.
d. Fungsi Perlindungan
Keluarga harus memberikan perlindungan ke sesama anggota, karena dengan perlindungan ini, keluarga akan selalu merasa aman, nyaman, dan tentram.
e. Fungsi Ekonomi
Khusus untuk fungsi ini seorang Ayah sangatlah penting untuk berperan. Dimana seorang Ayah harus bekerja keras untuk memenuhi nafkah keluarganya. Selain itu seorang Ayah juga mengajak istri dan anak-anaknya untuk belajar hidup mandiri dalam menyisihkan uang. Agar kesejahteraan lahir dan batinnya dapat terpenuhi.
f.   Fungsi Lingkungan
Untuk fungsi ini semua anggota keluarga saling berperan. Dimana keluarga harus sanggup untuk menjaga lingkungan disekitar mereka dan merawatnya dengan teratur. Selain itu, hubungan keluarga dapat lebih erat apabila membersihkan lingkungan bersama-sama agar keturunan mereka nanti dapat merasakan lingkungan yang sehat.
g.  Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Selain di sekolah, dirumah-pun keluarga dapat dijadikan guru untuk anak-anaknya, khususnya orang tua. Sejak dini, orang tua dianjurkan untuk selalu mendidik anak-anaknya tentang hal yang baik dan menghindarkan hal yang buruk. Agar nantinya mereka bias menjadi seseorang yang dapat membanggakan bangsa dan Negara. 

Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu adalah manusia yang memiliki peranan khas yang spesifik dalam kepribadiannya. Selain itu, didalam diri maisng-masing individu mempunyai tiga aspek, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Sehingga apabila salah satu dari aspek itu rusak, maka akan merusak yang lainnya juga. Hal ini juga dapat merusak kepribadian invidu itu sendiri.

Keluarga adalah sebuah anggota yang berada dalam satu lingkungan dimana semua anggota itu memiliki hubungan darah satu sama lainnya. Keluarga juga dapat diartikan sebagai suatu kelompok sosial yang terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan dan ikatan antar individu, memiliki kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.

Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem dimana sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut serta saling bergantungan satu sama lain.

Hubungan Antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Jika tidak ada individu sudah pasti tidak ada keluarga dan masyarakat. Karena keluarga dan masyarakat dapat terlahir karena adanya individu yang membangun sebuah kelompok hingga jadilah keluarga dan masyarakat. Selain itu, individu membutuhkan masyarakat dan keluarga untuk mengekspresikan diri mereka serta mengembangkan perilakunya.

Keluarga sangat berperan sebagai tempat pertama seorang individu dalam pembentukan sikap, karena individu dalam keluarga merupakan resultan dari relasi biologis, psikologis dan sosial. Relasi khusus ini mencangkup kebudayaan lingkungan keluarga yang dinyatakan melalui bahasa, adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma, dan nilai-nilai agama. Untuk itu, suatu karakter seseorang dapat terbentuk dari bagaimana cara anggota keluarganya mengajarkan suatu hal yang baik.


Dilingkngan masyarakat merupakan tahap selanjutnya setelah keluarga. Dilingkungan masyarakat, seseorang akan bergabung di suatu komunitas yang terdiri dari orang-orang dengan latar belakang  yang berbeda-beda. Untuk itu, masyarakat sangat berperan sebagai media seseorang untuk bersosialisasi  dalam menyampaikan ekspresinyadengan lebih luas. Hal ini dapat dijadikan suatu tolak ukur bagi individu apakah sikapnya benar atau salah dalam suatukomunitas  masyarakat tersebut.  Namun dalam hal bersosialisasi terdapat hal positif dan negative dimana seorang individu harus bisa mengimbanginya.

ü  Bersifat Positif
Individu dengan Keluarga
a. Saling menutupi kekurangan antar anggota keluarga
b. Saling membantu untuk mempertahankan keharmonisan
c. Saling melindungi dan memberikan kasih sayang antar keluarga
Individu dengan Masyarakat
a. Saling bergotong royong
b. Ikut serta dalam membantu orang yang terkena musibah
c. Ikut serta dalam menjaga lingkungan

ü  Bersifat Negatif
Individu dengan Keluarga
a. Memaksakan keinginan sendiri
b. Melakukan kekerasan dalam keluarga
c. Tidak peduli bila ada anggota keluarga minta bantuan
Individu dengan Masyarakat
a. Melakukan tindakan kriminal
b. Perkelahian antar kelompok
c. Tidak mempedulikan kelompok lain dan hanya mementingkan kelompok sendiri secara pribadi

Urbanisasi
Urbanisasi adalah proses perpidahan penduduk dari desa ke kota, atau dapat dikatakan urbanisasi adalah proses terbentuknya masyarakat perkotaan. Perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yaitu migrasi penduduk dan mobilitas penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.

Proses urbanisasi ini terjadi tergantung dari keadaan masyarakat yang bersangkutan. Proses tersebut menyangkut dua aspek, yaitu:
1.   Perubanhannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota
2.   Bertambahnya penduduk kota akibat dari berpindahnya masyarakat desa ke kota, hal ini disebabkan karena ketertarikan masyarakat desa dengan keadaan di kota.

Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian masyarakat atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa factor yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.

v  Faktor Penarik
  1. Kehidupan kota yang lebih modern
  2. Sarana dan prasarana yang lebih lengkap
  3. Banyak lapangan pekerjaan
  4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
v  Faktor Pendorong
  1.  Lahan pertanian di desa semakin sempit
  2.  Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  3.  Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  4.  Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  5.  Diusir dari desa asal
  6.  Memiliki impian kuat menjadi orang kaya di kota
Namun, Urbanisasi telah membawa beberapa keuntungan yang kebanyakan ingin dirasakan warga desa di kota. Keuntungannya adalah:
1.    Memodernisasikan warga desa
2.    Menambah pengetahuan warga desa
3.    Menjalin kerja sama yang baik antar warga suatu daerah
4.    Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
Sayangnya, Urbanisasi memberikan akibat yang sangat merugikan, baik itu terhadap warga di kota maupun lingkungan yang ada di kota. Akibatnya yaitu:
1.    Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru di pinggiran kota
2.    Makin meningkatnya pengangguran
3.    Masalah perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
4.    Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan ke-rawanan sosial dan kriminal

Sumber-sumber:
Neltje F. Katuuk, Harwantiyoko. 1997. MKDU ILMU SOSIAL DASAR. Jakarta: Gunadarma

thomasyg.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21058/Materi+ISD.pdf






Soal-soal:
1.    Perpindahan penduduk dari desa ke kota disebut…(C)
a.   Transmigrasi           c. Urbanisasi
b.   Remigrasi               d. Imigrasi

2.    Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya…(A)
a.   Tidak terbagi        c. Sosial
b.   Sendiri                 d. a, b, c benar

3.   Dibawah ini adalah keuntungan urbanisasi, kecuali(B)
a.   Memodernisasikan warga desa
b.   Lingkungan lebih sehat
c.    Mengimbang masyarakat kota dan desa
d.   Menjalin kerjasama yang baik antara warga kota dan desa

4. Salah satu factor dari pertumbuhan menurut para ahli adalah “bahwa pertumbuhan terbentuk oleh faktor faktor yang dibawa sejak lahir”. Pendirian ini disebut…(A)
a.   Pendirian Navistik
b.   Pendirian Empiristik
c.    Pendirian Interaksionisme
d.   Pendirian Konvergensi

5.   Berikut adalah hubungan individu dengan keluarga yang bersifat positif, yaitu…(A)
a.   Saling menutupi kekuarangan antar keluarga
b.   Saling perduli apabila salah satu anggota keluarga yang kesulitan
c.    Saling membantu untuk menjaga keharmonisan keluarga
d.   a, b, c salah 


Sabtu, 27 September 2014

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang saling berkaitan satu sama lain. Penduduk yang menempati di suatu wilayah dan waktu tertentu, memungkinkan terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Antara masyarakat dan kebudayaan juga memiliki hubungan yang cukup erat.  Kebudayaan akan lahir apabila masyarakat itu sendiri yang menciptakan dan mengembangkannya. 

Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi dari waktu ke waktu yang mengarah pada manusia, dan dapat dihitung sebagai jumlah individu di dalam populasi menggunakan "per waktu unit". Pertumbuhan penduduk biasanya digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Model pertumbuhan penduduk Model Pertumbuhan Malthusian dan Model Logistik

Pertumbuhan penduduk disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: 

Kelahiran (fertilitas)faktor kelahiran ini dihitung dengan bertambahnya jumlah kelahiran bayi di suatu wilayah. Cara perhitungannya yaitu:
  • Tingkat Kelahiran Kasar, atau yang disebut crude birth rite (CBR) merupakan jumlah angka kelahiran setiap 1000 orang penduduk pada periode tertentu
  • Tingkat Kelahiran Menurut Umur, atau yang disebut age spesific birth rate (ASBR) merupakan jumlah kelahiran setiap 1000 penduduk wanita menurut umur setiap tahun.
Kematian (mortalitas), faktor ini dihitung dengan berkurangnya penduduk melalui kematian. Cara perhitungannya yaitu: 
  • Tingkat Kematian Kasar, atau disebut crude death rate (CDR) merupakan jumlah angka kematian setiap 1000 orang penduduk. Tinggi rendahnya tingkat kematian ini     ditentukan oleh: Tinggi, (angka kematian >20 setiap 1000 jiwa). Sedang, (angka kematian diantara 10-20 setiap 1000 jiwa). Rendah, (angka kematian <10 setiap 1000 jiwa) 
  • Tingkat Kematian Berdasarkan Umuratau disebut age specific death rate (ASDR) merupakan jumlah kematian setiap 1000 orang yang se-usia. 
  • Tingkat Kematian Berdasarkan Sebab, atau cause specific death rate (CSDR) merupakan jumlah kematian setiap 1000 orang penduduk karena sebab tertentu, seperti: kecelakaan, penyakit, dan sebagainya. 
  • Tingkat Kematian Bayiatau infant mortality rate (IMR) merupakan jumlah kematian bayi yang baru lahir setiap 1000 orang penduduk pada satu tahun.
Perpindahan penduduk (migrasi), merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa dipengaruhi wilayah. Perpindahan penduduk ini terbagi menjadi:
  • Migrasi Permanen, merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap ditempat yang baru selama lebih dari 3 bulan. Migrasi ini terbagi menjadi:
1. Migrasi  Nasional, perpindahan dari satu tempat ke tempat lain namun masih satu negara. Contohnya Transmigrasi (dari satu pulau ke pulau lain), Urbanisasi (dari desa ke kota), Ruralisasi (dari kota ke desa). Khusus Transmigrasi terbagi men jadi 3 yaitu:
     Transmigrasi Umum (pelaksanaannya dan biaya ditanggung pemerintah)
     Transmigrasi Swakarsa (atas keinginan sendiri dan biaya ditanggung sendiri)
     Transmigrasi Khusus (dengan tujuan tertentu, co: bedol desa)
2. Migrasi Internasional, perpindahan dari satu negara ke negara lain untuk menetap. Contohnya Imigrasi (masuk ke suatu negara untuk menetap), Emigrasi (keluar dari negara lain untuk menetap), Remigrasi (kembali ke negara asal). 
  • Migrasi Non-Permanen, merupakan perpindahan penduduk antar tempat tanpa tujuan untuk menetap. Migrasi ini memiliki dua mobilitas, yaitu: Mobilitas Komutasi dan Mobilitas Sirkulasi. 
Cara-cara untuk mengimbangi dan mengurangi ledakan jumlah penduduk, yaitu:
  1. Menggalakan program KB
  2. Menunda masa perkawinan
  3. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja, dengan cara ini dapat menghilangkan pola pikir manusia tentang banyak anak bnayak rejeki.
  4. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
  5. Mengurangi program transmigrasi
  6. Meningkatkan produksi dan pencairan sumber makanan, hal ini untuk mengimbangi antara jumlah produksi dengan laju pertumbuhan penduduk 
Kebudayaan dan Kepribadian
Berbagai penelitian antropologi menyatakan bahwa secara garis besar, terdapat korelasi antara corak-corak kebudayaan dengan kepribadian masyarakatnya. Berbagai opini juga menyatakan bahwa kebudayaan itu ada karena cermin dari kepribadian bangsa itu sendiri. Dari kedua pendapat tersebut disimpulkan bahwa kebudayaan itu sesungguhnya dilihat dari sikap si pemilik kebudayaan tersebut.  Si pemilik dapat menganggap bahwa kebudayaan itu terangkum dari segala hal yang berasal dari sesuatu yang normal dan logis yang sesuai dengan agama, kodrat alam serta adat istiadat pemilik itu sendiri. Setiap manusia memiliki nilai dan kaidah yang berbeda-beda. Setiap nilai dan kaidah itu berisi tentang harapan-harapan, dan perilaku dari masyarakat itu sendiri. Sebaliknya, apapun yang berbeda dari corak kebudayaan mereka, hal itu dianggap aneh, melanggar aturan, kurang asusila, dan sebagainya. 

Contohnya: di negara Indonesia mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Mereka akan melihat orang dengan aneh jika orang itu berpakaian yang melihat aurat mereka, kenapa begitu? karena di ajaran agama dan adat istiadat-nya kita mengajarkan masyarakat untuk menutup aurat mereka. Namun di negara asing, hal ini dilihat biasa saja karena memang budaya mereka yang bebas akan peraturan-peraturan, dan sama sekali tidak melanggar adat istiadat mereka.
Sifat-sifat kepribadian seseorang yang berakar dari adat istiadat sudah menjadi hukum adat di negara itu sendiri. Selain itu, ciri-ciri dari kepribadian masyarakat itu adalah cermin dari sikap-nya sehari-hari.

Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan lain yang memberikan corak warna baru pada kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan barat. Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang timbul akibat dari globalisasi. Kebudayaan ini dapat dikatakan kontradiktif, karena:

Adanya peperangan antara keyakinan dengan sains, keyakinan dengan filsafat, keyakinan dengan seni, keyakinan dengan ekonomi, politik dengan moralitas, moralitas dengan ekonomi, dan lain-lain. Hal ini membuat kebudayaan barat membuat sebuah mekanisme untuk melumpuhkan kebudayaan lain. Melalui pencitraan bahwa dibalik sesuatu ada kekuasaan, relativitas kebenaran, pluralisme agama, hak asasi manusia, dan sebagainya. Usaha ini telah berhasil menimbulkan pengaruhnya melalui globalisasi.

Kebudayaan barat dibangun dengan semangat Yunani dengan filsafat "Teologi", demokrasi sebagai sistem politik, protestan sebagai keyakinan tanpa ibadah (deisme), sekulerisme sebagai alat untuk melumpuhkan intervensi dari pihak manapun. Kebudayaan barat lahir dengan prinsip tidak utuh melainkan bersifat parsial dan selalu bertentangan. Maka dari itu, selalu timbul peperangan.

Meng-isolasi unsur kebudayaan satu dengan yang lain merupakan konsekuensi dari elektis-kontradiktifnya kebudayaan barat, karena unsur kebudayaannya yang tidak berhubungan dengan yang lain.

Selain itu, di kebudayaan barat terdapat ideologisasi dapat dilihat dari penggunaan akhiran "-isme". Dimana masing-masing dari ideologi sudah mengatur pandangan dari sisi ontologis hingga etis. Salah satu contohnya yaitu Liberalisme. Liberalisme merupakan sebuah ideologi yang liberal dari sisi ontologis hingga etis. 

Dapat kita simpulkan, bahwa kebudayaan barat adalah kebudayaan yang kini sedang populer melalui globalisasi. Dimana tanpa kita sadari, secara tidak langsung kita sudah mengikutinya bahkan sudah terpengaruh. Lebih baik, kita mencintai kebudayaan dari negara kita sendiri karena kebudayaan kita sudah pasti mengikuti ideologi yang baik dan tidak bertentangan dengan kepribadian kita. 

Sumber- sumber:


thomasyg.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21058/Materi+ISD.pdf


Soal:
1. Berikut adalah faktor-faktor dari pertumbuhan penduduk, kecuali....(D)
    a. Tidak menunda masa perkawinan    c. Kematian   
    b. Imigrasi                                        d. Ikut program KB

2. Dibawah ini adalah alasan mengapa kebudayaan barat dikatakan kontradiktif, kecuali...(A)
    a. Adanya keyakinan dengan moralitas
    b. Adanya keyakinan dengan sains
    c. Adanya keyakinan dengan filsafat
    d. Adanya keyakinan dengan seni

3. Cara-cara untuk mengurangi dan mengimbang pertumbuhan penduduk adalah...(C)
    a. Mempercepat masa kawin
    b. Meningkatkan program Imigrasi
    c. Ikut orogram KB
    d. Mengurangi produksi dan sumber makanan\

4. Dibawah ini adalah beberapa pencitraan dibalik sesuatu yang mempengaruhi kebudayaan lain melalui globalisasi, kecuali...(B)
    a. kekuasaan       c. hal asasi manusia          
    b. adat istiadat   d. ralativitas kebenaran

5. Dibawah ini yang tidak termasuk dengan Migrasi adalah...(C)
    a. Transmigrasi   c. Sirkulalisasi   
    b. Ruralisasi       d. Emigrasi




Kamis, 25 September 2014

ISD sebagai MKDU

Pada dasarnya, menghadapi masalah-masalah dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, dan untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan negara, peran pendidikan umum sangat penting sekali. Tujuan pendidikan umum adalah:
  1. Membantu mengembangkan kepribadian mahasiswa dalam berperan sebagai anggota masyarakat, bangsa, dan agama.
  2. Menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah sosial yang timbul di dalam masyarakat.
  3. Memudahkan mahasiswa dalam berkomunikasi, dengan memberikan pengetahuan dasar dalam berpikir kritis dan memahami pikiran para ahli beberapa ilmu pengetahuan.
Pendidikan umum yang mencakup ketiga tujuan diatas dikenal dengan MKDU atau mata kuliah dasar umum. Arti dari MKDU itu sendiri adalah kumpulan dari beberapa mata kuliah yang bergabung menjadi satu. Mata kuliah tersebut terdiri dari Agama, Kewarganegaraan, Pancasila, Kewiraan, Ilmu Budaya Dasar (IBD), Pendidikan Sejarah, Ilmu Alamiah Dasar (IAD) dan Ilmu Sosial Dasar (ISD).

Pengertian, Tujuan ISD dan IPS
ISD atau Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu yang membahas serta meneliti masalah-masalah sosial yang timbul bahkan berkembang khususnya oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai lapangan ilmu-ilmu sosial, seperti geografi sosial, sosiologi, ekonomi, sejarah, antropologi sosial, ilmu politik, dan psikologi sosial. 

Tujuan dari ISD sendiri adalah: 

  • Membantu mahasiswa untuk cepat tanggap, dan memiliki persepsi bahkan penalaran yang baik terhadap masalah-masalah sosial yang ada disekitar mereka, dengan memberikan konsep-konsep untuk mengkaji masalah-masalah sosial.
  • Mengembangkan wawasan penalaran serta kepribadian mahasiswa agar memiliki wawasan yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang lebih baik, khususnya dalam sikap menghadapi dan berinteraksi dengan masyarakat lain.
IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu yang mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan perspektif sosial yang berkembang di dalam masyarakat, dengan mempelajari aspek-aspek kehidupan dari berbagai gejala-gejala dan masalah-masalah sosial didalam masyarakat. Tujuan dari IPS adalah membantu seseorang untuk membentuk karakter kehidupan sosial didalam diri mereka, sehingga mereka mampu hidup serta bertanggung jawab dengan masyarakat yang lain dan menjadi warga negara yang baik.

Persamaan dan Perbedaan ISD dan IPS
Persamaan
Baik Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial mempunyai beberapa persamaan, yaitu:
  • Keduanya merupakan bahan studi yang diterapkan dalam program pendidikan/pengajaran
  • Keduanya tidak memiliki objek dan metode ilmiah
  • Keduanya memiliki materi yang berasal dari kenyataan dan masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat
Perbedaan
Namun, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu:
  • ISD merupakan bahan studi yang diterapkan di jenjang perguruan tinggi, sedangkan IPS diterapkan di jenjang pendidikan SD, SMP, SMA.
  • ISD merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS merupakan kumpulan dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
  • ISD diarahkan untuk membentuk sikap dan kepribadian seseorang, sedangkan IPS diarahkan untuk membentuk pengetahuan dan keterampilan intelektual
Ruang Lingkup ISD
ISD terdiri dari dua kelompok utama, yaitu studi manusia dan masyarakat (psikologi, sosiologi, antropologi), dan studi lembaga-lembaga sosial (ekonomi, politik). Sasaran utama ISD adalah aspek-aspek dasar yang terdapat di dalam kehidupan manusia serta masalah-masalah sosial. Ilmu ini memiliki pembelajaran tentang menelaah masalah-masalah sosial. Untuk itu, berikut adalah bahan pelajaran ISD yang terbagi menjadi 3, yaitu:
  1. Dalam ISD kita menggunakan pendidikan interdisiplin/multidisiplin. Karena, kenyataan-kenyataan sosial yang ditanggapi oleh para ahli ilmu-ilmu sosial sering berbeda akibat dari perbedaan latar belakang disiplin ilmu dan sudut pandangnya.
  2. Konsep-konsep sosial tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas pada ilmu pengetahuan sosial.
  3. Masalah-masalah sosial yang berada di lingkungan masyarakat biasanya terlibat dengan kenyataan-kenyataan sosial yang diantara keduanya saling berkaitan.
ISD memiliki 8 pokok bahasan yang berkaitan dengan ruang lingkupnya, yaitu:
  1. Masalah kependudukan termasuk dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan
  2. Masalah individu, keluarga, dan masyarakat
  3. Masalah pemuda-pemudi dan sosialisasi
  4. Masalah hubungan warga negara dengan negaranya
  5. Masalah kesamaan derajat
  6. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
  7. Masalah integrasi dan pertentangan-pertentangan sosial
  8. Pemanfaatan IPTEK bagi kesejahteraan masyarakat
Sumber-sumber:

thomasyg.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21058/Materi+ISD.pdf


Soal:
1. Dibawah ini adalah MKDU, kecuali... (C)
    a. Pancasila       c. Astrologi   
    b. Sosiologi       d. Biologi

2. Tujuan dari ISD adalah....(B)
    a. Membantu mahasiswa untuk bekerja keras dalam segala usaha
   b. Membantu mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap menelaah masalah-masalah sosial
    c. Membantu mahasiswa untuk berlapang dada terhadap masalah-masalah sosial 
    d. Membantu mahasiswa untuk tidak terlalu memikirkan masalah-masalah sosial

3. Perbedaan dari ISD dan IPS adalah...(B)
    a. Metode ilmiah hanya dimiliki ISD, sedangkan IPS tidak 
   b. ISD merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS kumpulan dari mata pelajaran
    c. IPS memiliki materi dari kenyataan sosial, sedangkan ISD dari masalah sosial
    d. IPS untuk membentuk kepribadian seseorang, sedang ISD untuk keterampilan 

4. Pada ruang lingkup ISD, kita dianjurkan untuk memahami bahan pelajaran berikut, kecuali...(D)
    a. Pendidikan interdisiplin
    b. Masalah-masalah sosial yang ada dilingkungan masyarakat
    c. Konsep-konsep sosial yang dibatasi pada elementer
    d. Masalah-masalah sosial yang tidak terlibat pada kenyataan-kenyataan sosial 
  
5. Berikut adalah 8 pokok bahasan yang berkaitan dengan ruang lingkup ISD, kecuali...(D)
    a. Masalah kesamaan derajat
    b. Masalah pertentangan-pertentangan sosial
    c. Masalah antara masyarakat kota dan desa
    d. Masalah kekeliruan terhadap menolong sesama 







Pengantar Komputasi Modern Tugas 2

I. PENGERTIAN DAN PENDAHULUAN CLOUD COMPUTING Cloud computing  (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer ...